Selasa, 16 Oktober 2012

7 Hadiah Terbaik Untuk Mama di Hari Ibu

1.Segelas Teh dan Permintaan maaf yang tulus; Ini adalah hadiah terbaik untuk ibunda kita bagi agan yang bukan orang yang mampu.Ibu yang baik pasti akan sangat bahagia jika anaknya mau berlutut,menyajikan segelas teh dan menyatakan permintaan maaf yang tulus. 2.Perhiasan; Mengingat bahwa kaum hawa pada umumnya menyukai benda yang berbau "menghias",maka tentu perhiasan sangatlah cocok diberikan sebagai hadiah.Bisa itu cincin,kalung atau anting-anting,yang pasti hadiah itu akan membuat ibu bahagia.Ada baiknya,pemberian perhiasan juga dibarengi hadiah nomor 1,yaitu segelas teh dan permintaan maaf yang tulus. 3.Masakan spesial; Masakan spesial untuk bunda tercinta pasti akan menyanjung hatinya dan membuatnya merasa istimewa.Walaupun seorang ibu yang baik tidak akan pernah berharap apa-apa dari anak-anaknya,tetapi sebagai anak yang berbakti,tentu hal seperti ini sangatlah penting.Buatlah masakan enak yang spesial,yang dibumbui dengan cinta kasih dan harus dibuat dengan ketulusan. 4.Bunga untuk mama; Bunga juga merupakan hadiah yang patut diperhitungkan untuk merayakan hari ibu yang terjadi setahun sekali.Jika memberikan bunga,hendaknya bunganya dipilih yang berwarna-warni agar ibu bisa merasakan warna-warni indahnya ketulusan dari hati anaknya. 5.Produk Kosmetik; Produk kosmetik juga merupakan hadiah yang sangat baik untuk ibu.Sebelum membeli kosmetik sebagai kejutan,ada baiknya agan cari tau terlebih dahulu kosmetik apa yang dipakai ibu agan agar bisa membeli yang sesuai. 6.Baju; Baju memang pilihan yang baik,walaupun sebaiknya ini adalah pilihan terakhir.Baju cocok diberikan kepada ibu yang suka fashion. 7.Tas yang Keren; Tas juga bisa dijadikan hadiah yang unik untuk bunda tercinta.Bunda pasti akan selalu memakai tas yang kita berikan sebagai ungkapan tanda menghargai pemberian kita. Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/12/7-hadiah-terbaik-untuk-mama-di-hari-ibu.html#ixzz29W8EiIwV
Bandung (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara akan mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Hawk 200 dari Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, yang terjadi pada Selasa pagi. "TNI Angkatan Udara telah mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan pesawat tempur taktis itu jatuh di Jalan Amal, Komplek Perumahan Pandau Permai di Kabupaten Kampar, Pekanbaru, Selasa,sekitar pukul 09.45 WIB. Pesawat naas itu dipiloti Letda Pnb Reza Yori Prasetyo. Pesawat dengan nomor ekor TT-0212 tersebut, lepas landas pada pukul 08.56 WIB, dengan misi latihan rutin profesiensi. Namun, setelah melaksanakan latihan selama 49 menit, kemudian pesawat kembali ke home base, untuk mendarat di runway 36, tetapi sempat terjadi total lost sebelum mendarat. "Penerbangnya selamat dengan menggunakan kursi lontar (ejection seat). Peristiwa kecelakaan ini merupakan kejadian yang kedua kali," kata Kadispenau. Pesawat Hawk 200 TT-0212 dalam kondisi laik terbang, dan selama ini setiap hari digunakan untuk latihan terbang oleh para penerbang Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin. Letda Pnb Reza Yori Prasetyo yang selamat karena menggunakan kursi lontar, merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2009, dan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 82 tahun 2011. Saat ini ia sedang di rumah sakit TNI Angkatan Udara untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pesawat Hawk 200 adalah pesawat tempur taktis buatan British Aerospace, selain Hawk 200 TNI Angkatan Udara juga mengoperasikan Hawk 100. Pesawat Hawk 100200 ini, masuk di jajaran TNI Angkatan Udara sejak tahun 1996.

TNI AU kirim tim selidiki pesawat jatuh

Bandung (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara akan mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Hawk 200 dari Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, yang terjadi pada Selasa pagi. "TNI Angkatan Udara telah mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan pesawat tempur taktis itu jatuh di Jalan Amal, Komplek Perumahan Pandau Permai di Kabupaten Kampar, Pekanbaru, Selasa,sekitar pukul 09.45 WIB. Pesawat naas itu dipiloti Letda Pnb Reza Yori Prasetyo. Pesawat dengan nomor ekor TT-0212 tersebut, lepas landas pada pukul 08.56 WIB, dengan misi latihan rutin profesiensi. Namun, setelah melaksanakan latihan selama 49 menit, kemudian pesawat kembali ke home base, untuk mendarat di runway 36, tetapi sempat terjadi total lost sebelum mendarat. "Penerbangnya selamat dengan menggunakan kursi lontar (ejection seat). Peristiwa kecelakaan ini merupakan kejadian yang kedua kali," kata Kadispenau. Pesawat Hawk 200 TT-0212 dalam kondisi laik terbang, dan selama ini setiap hari digunakan untuk latihan terbang oleh para penerbang Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin. Letda Pnb Reza Yori Prasetyo yang selamat karena menggunakan kursi lontar, merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2009, dan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 82 tahun 2011. Saat ini ia sedang di rumah sakit TNI Angkatan Udara untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pesawat Hawk 200 adalah pesawat tempur taktis buatan British Aerospace, selain Hawk 200 TNI Angkatan Udara juga mengoperasikan Hawk 100. Pesawat Hawk 100200 ini, masuk di jajaran TNI Angkatan Udara sejak tahun 1996.

Pesawat tempur TNI AU jatuh di Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA News) - Sebuah pesawat tempur diduga jenis Hawk 200 milik TNI AU jatuh di Jalan Amal, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (16/10) sekitar pukul 09.30 WIB. "Beberapa pesawat sepertinya sedang latihan, satu pesawat terlihat berasap dan tiba-tiba menukik, suaranya keras seperti petir," kata warga setempat yang enggan ditulis namanya kepada ANTARA Riau. Masih menurut warga tersebut, pilot pesawat sempat keluar dengan kursi pelontar dan jatuh ke sebuah kolam di tak jauh lokasi kejadian. "Pilot namanya Reza, selamat ditolong, dan dibawa ke tempat Pak Kades," kata warga tersebut. Ratusan anggota TNI AU terlihat langsung melokalisir lokasi kejadian, dan melarang warga serta wartawan masuk. Bahkan, beberapa orang warga yang kebetulan tinggal dekat TKP dilarang menonton dan mengaku mengalami kekerasan fisik oleh Anggota TNI yang melakukan penjagaan. Salah seorang yang mengaku mengalami kekerasan aparat adalah MN (21) yang juga dirampas telefon genggamnya. Tak hanya warga, beberapa wartawan mengalami nasib serupa. Selain melakukan kekerasan, TNI juga merampas kamera dan berbagai alat peliputan milik wartawan.